Selasa, 22 Desember 2009

REVITALISASI GERAKAN IMM DALAM MEMBANGUN PERUBAHAN

Nama : Ahmad Khairuddin


Mahasiswa Antropologi Sosial Universitas Negeri medan

TTL : kisaran, 21 oktober 1983

calon ketua umum DPD IMM Sumatera Utara periode Amaliah 2010-2012

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah, memiliki posisi yang strategis dalam rangka membangun tradisi pembaharuan di Muhammadiyah. dengan basis kekuatan yang ada dikampus-kampus, IMM sebagai organisasi otonom diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kader-kader akademis di masa depan. peran dan fungsinya meniscayakan ikatan untuk selalu melakukan reorientasi dan penajaman visi, misi, peran dan agenda strategis dalam membangun gerakan yang kuat konstruktif baik dari segi landasan pemikiran maupun program aksinya.
selain itu juga IMM sebagian dari generasi muda Islam perlu mengambil peran lebih besar dalam gerakan kultural partisipatoris yang selalu terlibat dengan sangat intens dalam mengambil peran-peran sosial baik diwilayah infrastruktur maupun suprastruktur. moderenisasi yang sangat kompleks belum terimbangi dengan kualitas ummat menjadi tanggung jawab IMM dan generasi Islam lainnya untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan kompetitif. olehkarenanya dibutuhkan formulasi strategis dan taktik yang tepat untuk berhadapan dengan intuisi ummat kini dan masa depan.

melihat kondisi sekarang gerakan generasi islam termasuk dengan IMM sebagai organisasi Otonom sedikit mengalami kemunduran rule stagnasi dari segi gerakan-gerakan kulturalnya.. IMM hendaknya tetap dan terus mempertahankan gerakannya berdasarkan trikompetensinya : keilmuan, keagamaan dan kemasyarakatan. kesanggupan hidup IMM mampu menagsir trikompetensi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan zaman.
kader muda IMM hendaknya terus mengembangkan nilai-nilai kritis, progresif dan kepeloporan dimana menjadikan ikatan mahasiswa muhammadiyah sebagai laboratorium gerakan kader dengan mengembangkan teologi pembebasan, anti ketidak adilan, anti penindasan, penjajahan dan anti pejarahan. dengan demikian dalam pimpinan struktur organisasi IMM perlu ada pematangan yang tepat dengan membuat silabus pengkaderan yang jelas, melakukan pelatihan advokasi, analisis sosial dan analisa kebijakan public untuk menciptakan masyarakat madani sesuai dengan cita-cita ummat yang sesuai dengan tujuan IMM itu sendiri.

dengan kontrol moral dan sosial khususnya di sumatera utara ini IMM harus terus mengajak seluruh komponen bangsa dan mempelopori aliansi-aliansi organ kepemudaan dan kemahasiswaan untuk bersama-sama menyelamatkan indonesia khususnya daerah sumatera utara dari ancaman kapitalisme global, neo-imperialisme, neo-liberalisme,



ANGGUN DALAM MORAL UNGGUL DALAM INTELEKTUAL
(INTELEKTUAL MAHASISWA MUHAMMADIYAH)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar